trigonews.com Pahlawan Devisa Atau Mafia Perbudakan?

27 Juni 2011

Pahlawan Devisa Atau Mafia Perbudakan?

Posted on 17.36 by Unknown

Penghentian sementara pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI), pemerintah mesti menyediakan 2,5 juta lapangan kerja setiap tahunnya. Karenanya, pemerintah berjanji akan mendorong program-program kerja di daerah yang menjadi basis rekrutmen TKI

Mencari PRT lebih susah dibanding Mencari Wanita Penghibur.

Menjadi PRT di luar negeri lebih bergengsi ketimbang PRT atau bekerja di sektor informal di dalam negeri. Jalan pintas, gengsi ke 'luar negeri', dan semua ini tentang 'gaya hidup' dan 'status sosial'. Siapa yg tidak bangga pulang dgn menenteng BB, atau membawa foto bertema 'abroad'. Sesungguhnya mereka ini cuma bermodal mimpi, tapi yg mereka bawa adalah spekulasi tinggi.

Salah satu faktor yang membuat seperti itu yang utama mungkin 'harga' dari bidang yang mereka geluti lebih dari 'harga' didalam negeri, salah satu contoh seorang SMK bekerja dikorea sebagai PRT, dan pendapatannya 1bln lebih tinggi dari seorang Sarjana S1. jika kualifikasinya sesuai dgn standar, tidak masalah, karena itu berarti mengikuti pola supply & demand tenaga kerja.

Istilah pahlawan devisa sesungguhnya diciptakan oleh rezim orba untk mendukung maraknya mafia perbudakan di negeri ini. Mereka yg berwirausaha di daerah, tanpa tergantung dgn Jakarta/Jawa itulah yg layak disebut pahlawan.Bangsa ini mestinya belajar utk bisa mengenali musuh bersama dr rakyat Indonesia. kita harus belajar!!!

fredy pardosi
Leo Kusuma

No Response to "Pahlawan Devisa Atau Mafia Perbudakan?"

Leave A Reply

Pengikut