trigonews.com St.Levi - Politik, Ekonomi, Hiburan & Berita Terbaru
Tampilkan postingan dengan label ppp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ppp. Tampilkan semua postingan

4 Juli 2011

Muktamar VII PPP Ricuh

Muktamar VII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berjalan ricuh. Kericuhan ketika memasuki agenda pandangan umum peserta terhadap laporan pertanggungjawaban pengurus DPP dan Ketua Umum Suryadharma Ali.

PARA peserta yang berasal dari DPC merasa tidak puas dengan aturan yang dibuat panitia soal hak memberikan pandangan hanya pengurus DPW.

Anggota MPP PPP Zainuddin Isman mengungkapkan Minggu malam (3/7/2011) laporan pertanggung jawabab (LPJ) Ketum PPP sudah dibacakan. Kemudian, diberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapannya. “Namun, kesempatan penyampaikan pendapat itu dibatasi dengan aturan baru, bahwa yang menyampaikan hanya wilayah saja,” ungkapnya di Hotel Panghegar Bandung, Senin (4/7/2011).

Dengan pembatasan itu, berarti hanya 33 wilayah yang berhak menyampaikan pendapatnya. Dari 33 wilayah itu, katanya, sebagian sudah setuju. Namun masih ada wilayah yang tidak menerima aturan baru itu. “Mereka menuntut haknya seusai Pasal 46 ayat 3 AD/ART,” jelas Zainuddin.

Pandangan umum peserta terhadap LPJ pengurus dan Ketum PPP memang sangat penting. Efek politiknya sangat tinggi. Apabila dalam pandangan itu mayoritas menolak LPJ Ketum PPP, maka otomatis Suryadharma Ali sebagai incumbent, tidak bisa lagi mencalonkan diri. “Itu aturan di AD/ART,” ujarnya.


Menurut Zainuddin, akibat kericuhan itu, akhirnya panitia mengevakuasi Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali. Hal ini perlu dilakukan untuk menjamin keamanan Suryadharma karena dia juga menjabat sebagai menteri agama. “Wajar saja, dievakuasi. Demi keamanan beliau, karena beliau menteri agama,” ujarnya.

Sekretaris Panitia Muktamar PPP, M. Romahurmuziy menjelaskan kericuhan terjadi karena pengurus cabang meminta diberi kesempatan berbicara dalam pandangan umum.
Kronologis Kericuhan Muktamar PPP
Menurut Romy, dalam muktamar sebelumnya, pandangan umum disampaikan oleh pengurus wilayah. Walaupun memang semua pengurus cabang memiliki hak suara. “Dari enam muktamar sebelumnya, pemandangan umum disampaikan oleh wilayah, begitu pula pemandangan umum di wilayah disampaikan oleh cabang. Yang ngotot itu Kepulauan Riau,” katanya.

Presiden Minta PPP Kondusifkan Politik

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya mengajak Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melakukan aksi politik yang kondusif.

“SAYA mengajak kepada pimpinan, ulama, kader, dan simpatisan PPP untuk selalu memberikan keteladanan dalam memelihara dan menyalurkan perilaku politik yang cerdas, bersih

, toleran, dan santun,” kata SBY dalam pidatonya pada pembukaan Muktamar VII PPP di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Minggu (3/7/2011).

Presiden juga mengajak PPP untuk membangun kehidupan politik yang ditopang keselarasan antara kemajuan sistem multipartai dan kokohnya sistem presidensial. Selain itu, presiden berharap agar kader PPP selalu menyebarkan dan menumbuhkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan demokrasi.

SBY mengungkapkan, PPP merupakan bagian dari sejarah politik Indonesia di era 70-an sebagai wadah berbagai partai politik bernafaskan Islam. PPP, juga berhasil mengatasi beragam gelombang dan gejolak politik di Indonesia.

Muktamar

VII PPP yang diselenggarakan dari 3 juli 2011 hingga 6 Juli 2011 bertema “Meneguhkan dan Mengembalikan PPP sebagai Rumah Bagi Partai Politik Berdasarkan Islam.”

3 Juli 2011

Muktamar PPP Menyimpan Kecemasan

Di tengah kegembiraan kader PPP yang kini tengah menggelar Muktamar VII, sebenarnya mereka tengah menyimpan kecemasan yang luar biasa. Kecemasan itu menyangkut masa depan partai berlambang Ka’bah, terutama ketika berhadapan dengan Parliamentary Threshold (PT) yang didorong hingga ke angka 4 persen sampai 5 persen.

Ardi Winangun

PENGAMAT Politik dan Pengurus Presidium Nasional Masika ICMI, Ardi Winangun mengatakan kecemasan-kecemasan yang dialami kader dan partisan PPP itu terwujud dalam beberapa bentuk, pertama, muktamar ini merupakan muktamar luar biasa, sebab seharusnya Muktamar VII PPP baru digelar nanti, pada Februari 2012. Namun karena 2012 terlalu dekat dengan Pemilu 2014, maka mau tidak mau, terjadi kesepakatan bahwa muktamar harus dipercepat. Tujuannya, agar persiapan untuk menghadapi Pemilu lebih panjang dan lebih siap.

Kecemasan berikutnya adalah bila PT disepakati 4 persen sampai 5 persen. Sebab, aturan itu bisa jadi akan mengubur PPP di luar Senayan. Kekhawatiran ini sangat wajar, karena perolehan suara pada Pemilu 2004 yang mencapai 8,2 persen, ternyata turun di Pemilu 2009 menjadi hanya 5,3 persen. Bisa jadi, pada Pemilu 2014 akan kembali turun.

Menurunnya suara yang melanda PPP salah satunya karena semakin banyaknya partai berhaluan Islam yang muncul. Sehingga, partai-partai berhaluan nasionalis lebih diminati masyarakat pemilih, karena mereka lebih mampu membumikan ideologi atau visi dan misinya. Sedang partai-partai Islam, terutama PPP, belum mampu melakukan hal itu.

Kondisi seperti itu diakui sendiri oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II dan Harlah XXXVII PPP (Partai Persatuan Pembangunan), di Medan, Sumatera Utara, Januari 2010 silam.

Suryadharma Ali mengakui, isu keislaman yang selalu dijadikan modal PPP ternyata tidak mampu mendongkrak dukungan. Karena persoalan krusial yang menjadi perhatian utama masyarakat adalah keterjangkauan harga kebutuhan pokok, bukan isu ritual keagamaan yang sampai saat ini masih dikemukakan oleh partai Islam.

Untuk mensiasati agar bisa lolos PT 4 persen sampai 5 persen, PPP kembali menggandeng para kiai sebagai vote getter agar bisa mendulang suara. PPP mengklaim, 41 kiai dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Kebangkitan Nadlatul Ulama (PKNU) yang tersebar di seluruh kabupaten/ kota di Jawa Timur telah bergabung ke PPP. Kejadian ini akan menjadi amunisi baru membangkitkan kejayaan PPP, setelah terpecah di era reformasi.

Kekuatan dari kiai itu bertambah ketika di sela-sela Muskerwil DPD PPP Jawa Timur, Juni 2011, sejumlah kiai seperti KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Nawawi Abdul Jalil (Pasuruan), KH Mas Subadar (Pasuruan), KH Mahrus (Madura), KH Ja’far Yunus (Madura),dan Gus Yasin (Madura), menyatakan bergabung dengan PPP. Deklarasi bergabungnya para ulama dan kiai ini dilakukan di sela-sela Muskerwil DPD PPP Jawa Timur di Surabaya, belum lama ini.

Buka Muktamar PPP, SBY Didemo Mahasiswa

MUktamar PPP di Bandung Didemo


Hari ini (Minggu, 3/7/2011) Muktamar VII PPP dibuka Presiden SBY di Bandung, Jawa Barat. Namun, kehadiran SBY justru disambut aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam.

AKSI yang digelar di Jalan Ganesha, depan Kebun Binatang Bandung tersebut sebagai bentuk keprihatinan gagalnya SBY membawa kesejahteraan rakyat.

”SBY juga telah gagal memberantas korupsi. Padahal itu jargon SBY ketika menuju RI1,” kata Ketua KAMMI Bandung, Irfan Ahmad Fauzi dalam orasinya.

Bahkan, SBY juga kata Fausi menerapkan system tebang pilih dalam memberantas korupsi, terbukti ketika ada lawan politiknya yang melakukan korupsi, langsung dipengadilankan. Tapi sebaliknya ketika orang-orang yang berada di lingkarannya melakukan hal sama, malah dibela, seperti Andi Nurpati, Nazaruddin, dan Nunun.

Begitu juga di bidang politik, SBY lebih suka membuat politik pencitraan. “Anehnya lagi, SBY malah suka dengan kasus ece-ece seperti kasus SMS daripada skandal century, mafia pajak, rekeing gendut polri,” tandasnya.

Kandidat KETUM PPP Mundur

“Benar, pak Muchdi sudah menyatakan batal maju menjadi kandidat



MUNDURNYA Muchdi dibenarkan Ketua Tim Suksesnya, Ridho Kamaludin. “Benar, pak Muchdi sudah menyatakan batal maju menjadi kandidat. Alasannya, ada sesuatu yang penting dan tidak bisa diungkapkan. Yang jelas bukan mundur, tapi batal,” ujar Ridho.

Dengan mundurnya Muchdi, maka praktis tinggal tiga kandidat yang akan bertarung pada Muktamar yang digelar dari 3 Juli sampai 7 Juli 2011 tersebut. Menurut Kelua Panitia Penyelenggara muktamar VII Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Emron Pangkapi, panitia memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh kandidat untuk memanfaatkan momentum muktamar PPP sesuai aturan partai yang tertuang dalam AD/ART. “Kami berharap seluruh kandidat bisa menawarkan program yang konstruktif dan diyakini bisa membesarkan PPP di masa mendatang,” katanya.

Emron mengingatkan, peserta muktamar hendaknya memilih figur terbaik dari kandidat ketua umum yang ada sesuai dengan hati nurani, tentunya dengan pertimbangan mampu membesarkan PPP ke depan. “Kami minta agar menghindari praktik politik uang.” ujarnya.

Emron menjelaskan, PPP merupakan partai besar yang memiliki infrastruktur lengkap meliputi pengurus wilayah di 33 provinsi, pengurus cabang di 497 kabupaten/kota, pengurus anak cabang di 62.000 kecamatan, maupun pengurus ranting di tingkat desa/keluarahan.

“Untuk menggerakkan Infrastruktur partai yang sudah besar agar menjadi lebih besar lagi, dibutuhkan figur ketua umum yang memiliki jiwa kepemimpinan dan sudah mengakar di PPP,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz mengingatkan Muktamar VII PPP jangan hanya dianggap sebagai ajang pertarungan kader partai untuk memperebutkan posisi ketua umum saja. Tapi, ada makna terpenting dalam Muktamar, yakni menjadi ajang konsolidasi persiapan Pemilu 2014.

Ideologi PPP Harus Diubah

Suryadharma Ali yang mencalonkan diri kembali.
Muktamar VII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka oleh Presiden SBY memiliki agenda memilih Ketua Umum PPP Periode 2011-2016. Dua calon baru, yakni Ahmad Muqowan dan Ahmad Yani akan bersaing dengan Suryadharma Ali yang mencalonkan diri kembali.

PENGAMAT politik dari Lembaga Survei Indobesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi melihat PPP membutuhkan pemimpin yang mampu memaksimalkan potensi PPP. Serta menyelamatkan partai ini dari ancaman tersingkir dari pentas politik nasional.

Menurut Muhtadi, PPP butuh sosok yang bisa menyatukan serta menyinergikan seluruh kekuatan dan potensi partai. Apalagi, pada tiga kali Pemilu lalu, perolehan suara PPP menurun. Hal ini terbukti pada Pemilu 2009 yang turun merata di seluruh wilayah. “Di Jakarta saja, yang merupakan basis dan kantong PPP, suaranya turun 5-8 persen,” jelas Muhtadi di Jakarta, Minggu (3/7/2011).

Yang akan semakin memperburuk perolehan suara PPP, kata Muhtadi, adalah konflik internal walaupun tidak sampai pada perpecahan. Bahkan, akan semakin repot, jika partai yang dibentuk dari fusi sejumlah partai ini tidak mampu menyatukan elemen-elemen yang berbeda.

Sementara itu, Pengamat Politik Muhammad Qodari menegaskan ideologi PPP yang selama ini identik dengan Islam, warna hijau tua, bisa saja berubah menjadi hijau muda.

Menurut Qodari, selama ini ideologi PPP masih menganut Islam murni.Jika dalam Muktamar ini, ideologi PPP berubah menjadi Islam moderat, maka Qodari warna kebesaran PPP bisa berubah menjadi hijau muda. “Maksudnya ideologi PPP menjadi Islam plural (moderat) atau agak liberal,” kata Qodari.

Qodari yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indobarometer ini menegaskan ideologi PPP saat ini berada di persimpangan jalan. Terlebih, banyak kader muda yang ingin terjadi perubahan ke arah yang lebih moderat.

“Mana yang akan diambil, kita tunggu saja di Muktamar. Ini salah satu hal yang menarik pada Muktamar ini yakni platform partai,” tandasnya.

Dia mengatakan soal platform ideologi partai juga bisa dijadikan senjata oleh para calon Ketua Umum PPP agar menang.

Kisruh KETUM Di Tubuh PPP

Tiga Kandidat Klaim Pasti Menang

MENTERI Agama yang kini masih menjabat Ketum PPP Suryadharma Ali mengaku yakin bisa kembali memperebutkan posisi ketua umum. “Semua calon berat, tapi Anda bisa tahu, saya didukung 32 DPW PPP,” katanya.

Dukungan yang sudah diraihnya itu terbukti dengan dilakukannya deklarasikan di hotel Crown, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2011) lalu.

Dalam deklarasi itu, sebanyak 32 DPW PPP mendukungan Suryadharma untuk kembali maju menjadi calon Ketua Umum. Hanya DPW PPP Jawa Tengah tidak hadir dalam memberikan dukungannya.

Sementara itu, Ketua DPP PPP Ahmad Muqowam yang mengaku jika terpilih sebagai ketum, maka suara PPP dalam Pemilu 2014 akan meningkat. “Kalau saya terpilih, saya yakin suara PPP akan meningkat. Kalau tidak meningkat saya akan mundur. Tidak seperti lainnya, yang suaranya malah menurun tapi masih berniat maju kembali,” kata Muqowam.

Muqowam menuturkan, setelah muktamar akan terjawab seperti apa PPP nantinya. Dia juga sudah berkomunikasi dengan seluruh wilayah, dan catatan yang dia dapatkan ada yang mengeluhkan betapa mencekamnya PPP sekarang.

Sedangkan kandidat lainnya, Ahmad Yani siap mundur dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bila terpilih menjadi Ketua Umum PPP. Yani meyakini dirinya akan terpilih menjadi ketua umum.

“Saya yakin, mendapat dukungan dari banyak Dewan Pimpinan Cabang (DPC), karena sudah berkomunikasi 99 persen dari DPC itu,” jelas Yani.

Menurut Yani, dalam pemilihan nanti, dirinya akan menawarkan ide dan gagasan. Berbeda dari yang lain yang menawarkan materi.

Selain itu, ia yakin menang apabila pemilihan dilakukan secara adil. Artinya, tak ada tekanan dan politik uang. Dengan gagasan yang ia tawarkan, maka PPP akan kembali menjadi besar. “Pada 2014 nanti jika saya ketua, suaranya akan mencapai dua digit,” ujar Yani.

Pengikut