trigonews.com St.Levi - Politik, Ekonomi, Hiburan & Berita Terbaru
Tampilkan postingan dengan label pilkada dki 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilkada dki 2012. Tampilkan semua postingan

6 Mei 2012

Faisal Basri Nekad Jual Rumah

faisal-biemJokowi Kandaskan Foke 

JAKARTA, TRIBUN - Calon Gubernur DKI Faisal Basri tidak main-main mengikuti Pilkada DKI Jakarta. Faisal bahkan rela menjual rumah yang sudah 10 tahun ia tempati di Jalan Ciasem, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Faisal menceritakan sebagian dari hasil penjualan rumah dengan luas bangunan 400 meter persegi itu akan digunakan sebagai dana kampanye. Sebagian lagi ia tabung untuk dana pendidikan anak-anaknya.
"Kan umur saya 52 tahun, anak saya kelas 1 SMA, 3 SMP dan 5 SD, kalau umur saya pendek gimana? Jadi ya itu buat tabungan sekolah anak, sisanya ya buat dana kampanye," kata Faisal usai bersilahturahmi dengan warga di Jl. Batu I, Gang Arab, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2012) malam.
Setelah menjual rumah, keluarga Faisal saat ini mengontrak rumah yang letaknya berdekatan dengan bekas tempat tinggalnya. Faisal sudah memiliki rumah baru tapi sedang dalam tahap renovasi sehingga belum dapat ditempati.
"Rumah yang dibeli itu, rumah lama yang dibangun tahun 1950-an," ujarnya.
Mengenai berapa harga rumah ketika dijual, Faisal enggan menyebutkannya. Tetapi sumber Tribun sempat mengatakan harga jual rumah itu mencapai Rp 16 miliar. Padahal, Faisal dahulu membeli rumah itu sebesar Rp 2 miliar.
"Untuk dana kampanye Bang Biem (Benyamin) juga jual saham, tanyakan langsung saja," kata Faisal mengomentari pendampingnya.
Soal penggalangan dana kampanye, Faisal mengatakan pihaknya akan melakukan lelang karya seni dari pelukis asal Bandung, Jakarta dan Yogyakarta. Diharapkan dari penjualan karya seni itu bisa terkumpul dana setidaknya Rp 5 miliar.
Pasangan Faisal-Biem yang mengikuti Pilkada DKI melalui jalur independen juga mengajak warga untuk memberi bantuan dana kampanye, salah satunya dengan sistem online.
Ekonom UI itu juga menyatakan banyak pengusaha yang membantunya, namun atas nama pribadi bukan perusahaan. Faisal menargetkan dana kampanye bisa terkumpul sekitar Rp 20miliar.
"Alumni FE UI juga banyak didatangi dan mulai mengalir sumbangannya dengan kisaran Rp 15 juta per orang," ujar Faisal. (Ferdinand Waskita)
sumber : tribun

16 April 2012

DPS Cenderung Turun Dari DP4

St. Levi Press, Jakarta


  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta melaporkan sementara jumlah daftar pemilih sementara (DPS) Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta cenderung turun dari jumlah Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).  Hingga Jumat (13/4) pukul 15.00 WIB, KPU Provinsi baru menerima data pemilih  hasil pemutahiran Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) dari tiga Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
“Dari data yang diterima KPU provinsi cenderung daftar pemilih lebih sedikit dari DP4. Berapa jumlahnya, masih kami hitung hingga batas akhir penerimaan pukul 00.00 tanggal 13 April 2012,” terang Ketua Pokja Pemutahiran KPU DKI Aminullah, saat menggelar jumpar pers di Media Center KPU DKI, Jl Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat, Jumat (13/4).
Dalam jumpa pers tersebut Aminullah ditemani anggota KPU DKI lainnya,yakni Jamaluddin F. Hasyim, Sumarno dan Dahliah Umar.
Amin menerangkan, dalam melakukan pemutakhiran KPU merekrut PPDP satu orang per TPS yang kenal dengan daerah lokasi tersebut. Sebelumnya, PPDP dilakukan bimbingan teknis tentang tata cara pemutahiran, termasuk data yang harus di coret, diperbaiki dan sebagainya. “Mereka bekerja mulai dari 14 Maret hingga 12 April 2012. PPDP itu punya dua pekerjaan, yaitu mencoret yang tidak sesuai dan memperbaiki data yang salah,” kata Amin.
Lebih lanjut Amin mengatakan, bagi yang belum terdaftar bisa dimasukan dalam pemilih tambahan selagi yang bersangkutan memenuhi syarat sebagai pemilih, diantaranya  memiliki KTP DKI.   “Hasil rekapitulasi daftar pemilih akan ditempel di tempat-tempat strategis seperti di kelurahan, rumah pak RW dan tempat lain yang terbuka dan bisa diakses mudah oleh warga,” katanya.
Data yang sudah diterima Jakarta Pusat dari DP4 sebesar 843.457 terkoreksi menjadi  793.253 pemilih terbagi dalam  1.714 TPS, Jakarta Barat, dari DP4 1.686.297 terkoreksi menjadi 1.471.539 jumlah TPS 3320 sedangkan Kepulauan Seribu jumlah DP4 17.560 menjadi 16.609  dengan jumlah TPS 44.
“Berkurangnya jumlah pemilih ditemukan penduduk yang meninggal, pindah dan anggota TNI aktif. Anggota TNI terdaftar  karena tercatat status  pekerjaan di KTP pelajar atau pegawai swasta,” terang Amin.
Proses selanjutnya, kata Amin, KPU akan menetapkan DPS  menjadi DPT (daftar pemilih tetap). Dalam proses menjadi DPT masih memungkin terjadi perubahan dan memberi kesempatan bagi warga yang belum tercantum dalam daftar pemilih. “Proses penetapan DPT juga dilakukan secara terbuka, transparan dan diikuti oleh tim kampanye pasangan calon. Jadi jangan ada lagi tuduhan KPU DKI tertutup terhadap daftar pemilih,” tegas Amin.
Amin  lalu menceritakan urutan penetapan DPT. Pertama dimulai dengan rapat terbuka penetapan jumlah DPT oleh PPS (Panitia Pemungutan Suara) tingkat kelurahan. Dalam rapat tersebut disaksikan oleh tim kampanye pasangan calon, masyarakat umum dan sebagainya. “Jika dalam rapat tersebut tim pasangan calon merasa ada pendukung tidak masuk daftar pemilih bisa dimasukan selama memenuhi syarat,” kata Amin.
Setelah rapat terbuka di tingkat kelurahan, tingkat PPK (kecamatan) juga menggelar rapat terbuka seperti persis digelar di PPS. Sampai dengan rapat terbuka di PPK masih mungkin dilakukan perubahan dengan catatan tetap si pemilih memenuhi syarat sebagai pemilih.
“Jadi urutan penetapan DPT sudah jelas, dari tingkat PPS ke PPK hingga provinsi dilakukan transparan dan terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Sebab, kalau sudah menjadi DPT tidak bisa dirubah lagi. Manfaatkan waktu yang ada untuk perbaikan,” pungkas Amin

Sumber : kpujakarta.go.id-

13 April 2012

SBY Lantik Anggota KPU 2012-2017

Jakarta, kpu.go.id- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (12/4) siang ini, secara resmi melantik 7 (tujuh) orang Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Istana Negara, Jakarta.

Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34 P Tahun 2012, Presiden mengesahkan pengangkatan ketujuh anggota KPU tersebut untuk masa jabatan tahun 2012-2017.

Ketujuh anggota KPU yang dilantik oleh Presiden adalah, Ida Budhiati, SH, MA; Sigit Pamungkas, S.IP, MA; Arief Budiman, SS, S.IP, MBA; Husni Kamil Manik, SP; Dr. Ferry Kurnia Rizkiansyah, S.IP, M.Si; Drs. Hadar Nafis Gumay; dan Juri Ardiantoro, M.Si.

Sesuai jadwal, pelantikan itu berlangsung tepat pada pukul 14.00 WIB. Sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara hadir, termasuk beberapa orang anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB II), anggota KPU periode 2009-2014, serta beberapa anggota Tim Seleksi (Timsel) KPU.

Dalam sumpah pelantikan, anggota KPU itu berjanji untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai peraturan perundangan yang berlaku, bertindak secara jujur, adil dan cermat demi suksesnya Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, menegakkan demokrasi dan keadilan, serta mengutamakan kepentingan NKRI di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Usai pelantikan, ketujuh anggota KPU tersebut langsung menuju kantor KPU di Jl. Imam Bonjol 29, Jakarta, untuk melakukan koordinasi. Sementara Rapat Pleno untuk memilih Ketua KPU akan dilaksanakan besok (Jumat, 13/4).

Selain melantik anggota KPU, Presiden SBY pada kesempatan tersebut juga melantik 5 (lima) orang anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2012-2017, yakni, Dr. Muhammad, S.IP, M.Si; Nasrullah, SH; Endang Wihdatiningtyas, SH; Daniel Zuchron; dan Ir. Nelson Simanjuntak.

9 April 2012

Tes Kesehatan Cagub/Cawagub DKI di RSPAD

St. Levi Press, Jakarta

Polling PILKADA DKI 2012
Sesuai dengan ketetapan KPU DKI Jakarta gelar uji kesehatan terhadap enam calon pasangan Pilkada DKI Jakarta dan keenam pasangan harus lulus uji kesehatan jasmai dan rohani. Adapun biaya terhadap uji keseluruhannya ditanggung oleh KPU DKI selaku penyelenggara hajatan demokrasi itu.


Pemeriksaan kesehatan terhadap Cagub/Cawagub meliputi rekam jantung, pemeriksaan paru-paru, cek darah, cek urine, dan tes kepribadian dilakukan di RSPAD Jakarta Pusat


Salah satu pasangan Jokowi menuturkan, pemeriksaan yang dijalaninya meliputi rekam jantung, pemeriksaan paru-paru, cek darah, cek urine, dan tes kepribadian. Jokowi juga mengaku optimistis dengan hasil tes kesehatan kali ini. "Tadi tesnya semua komplet. Hanya alatnya di sini lebih lengkap. Tadi juga nggak ada kendala," ujarnya.

Seluruh proses tes kesehatan pasangan ini berlansung selama tujuh jam, hasil tes masing masing bakal calon akan disampaikan kepada Tim Sukses bakal lulus atau tidaknya bakal calon bersangkutan.

klaus pardosi

3 April 2012

Jelang Pilkada DKI, Turunkan Baliho Foke

St.Levi Press, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke kembali ikut dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah di Ibu Kota bersanding dengan Nachrowi Ramli dari Partai Demokrat. Karena itu, menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, sebaiknya saat ini iklan-iklan baik dalam bentuk pamflet maupun baliho dari sejumlah institusi dengan wajah Foke tidak disebarkan lagi. Hal ini berpotensi kampanye secara tidak langsung, padahal belum diresmikan calon tetap untuk pilkada nanti.
"Pentingnya kita mengingatkan KPUD lakukan itu agar tidak ada iklan, di mana Foke muncul saat ini. Baik iklan elektronik, baliho-baliho maupun iklan lainnya," ujar Ray dalam diskusi KoaIisi Mandiri untuk Pemilu Demokratis di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2012).
Selain itu, kata dia, akan timbul ketidakadilan di antara sesama pasangan calon lainnya karena mereka tidak memiliki kesempatan yang sama sebelum masa kampanye diberlakukan. Incumbent, kata Ray, selalu diuntungkan dalam pilkada. Jika memungkinkan, sebaiknya ditiadakan iklan-iklan Foke supaya jujur dan adil bagi setiap orang.
Koordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, memperingatkan Foke untuk tidak melakukan kegiatan dengan kampanye terselubung pencitraan yang menggunakan uang negara.
"Meski sudah jadi calon, Foke ternyata enggak percaya diri juga. Dia jalan ke daerah-daerah. Foke ini pakai uang Pemprov DKI untuk kunjungan. Di situ berbahayanya. Bisa terjadi politik uang di situ," kata Said.
Senada dengan Ray Rangkuti, Said meminta KPUD memilih dengan seksama calon peserta Pilkada DKI yang mandiri dan giat, tanpa harus menerapkan politik uang. Politik uang, kata dia, berpotensi pada calon mana pun jika tidak dicegah

sumber: Kompas.com
Redaksi: stlevi@yahoo.com

2 April 2012

Faisal; JanjinTidak Ada Penggusuran

St.Levi Press,Jakarta
Bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Faisal Basri Batubara, berjanji tidak akan melakukan penggusuran warga dalam membangun Ibu Kota. Penggusuran hanya akan menyebabkan kesenjangan sosial makin tinggi.
Ekonom dari Universitas Indonesia itu mengatakan, penggusuran yang kerap dilakukan oleh penguasa saat ini merupakan inti permasalahan di Jakarta. Menurut Faisal, hal itu tidak dapat dilakukan karena akan membawa dampak sosial.
"Mungkin agak revolusioner dan ditentang banyak orang, intinya membangun Jakarta haram hukumnya dengan menggusur. Tidak boleh ada penguasaan yang semakin terkonsentrasi," katanya dalam Bincang-Bincang Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia di Pullman Hotel, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2012).
Jika penggusuran terus dilakukan, kata Faisal, dapat memperlebar kesenjangan antara warga korban penggusuran dan warga baru yang menempati tanah gusuran, apalagi jika kelas sosialnya lebih tinggi. Ia berpendapat bahwa warga harus diberi kesempatan menjadi tuan di rumahnya sendiri.
"Kami tidak akan melakukan upaya penggusuran itu, kami ingin Jakarta ini secara nyata dimiliki oleh mereka," kata Faisal yang berpasangan dengan calon wakil gubernur Biem Benyamin dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.
Untuk mengatasi masalah ini, Faisal mengusulkan sistem sewa lahan sehingga pemilik tanah tidak perlu digusur atau menjual tanahnya untuk pembangunan mal atau perumahan. Menurutnya, hal ini akan efektif mengatasi persoalan penggusuran di Jakarta.
Ia memberikan contoh untuk membangun rumah layak huni dengan memanfaatkan 3/4 lahan untuk pemukiman dan 1/4 lahan untuk sarana publik, seperti taman bermain dan sebagainya. "Apartemen untuk pemilik lama, bukan pemilik baru yang itu-itu saja sehingga mudah-mudahan dalam jangka waktu yang tidak lama Jakarta menjadi milik kita bersama. Jadi contoh berbagai tempat di Indonesia," ujarnya.  sumber: kompas.com

1 April 2012

Hasil Polling Pilkada DKI 2012

St. Levi Press

Berikut polling yang diadakan St. Levi Corp dalam simulasi pemungutan suara pemilihan Kepala Daerah DKI Jaya 2012.

Klik Dibawah Ini:
Polling Pilkada DKI 2012

25 Maret 2012

Pertarungan Dua Ronde Menuju DKI 1

monitorindonesia.com

Polling Pilkada DKI 2012

PENGAMAT politik Gun Gun Heryanto mengatakan, munculnya enam pasang calon gubernur DKI Jakarta, membuat posisi Fauzi Bowo terancam. "Melihat sosok Jokowi kemudian calon dari PKS HNW sepertinya posisi Foke kian terancam," ujar Gun Gun di Jakarta, Sabtu, (24/3/2012).

Gun Gun melihat, peta politik Pilgub Jakarta akan ada kemungkinan sosok populis Jokowi yang menarik simpati warga Jakarta. "Saya kira kalau di DKI jumlah rasional voter itu marginnya sudah mulai besar, jadi sangat mungkin figur populis yang memiliki rekam jejak bagus seperti Jokowi menang, karena incumbent juga punya persoalan dengan stigma gagalnya leadership dia di periode pertama, hanya saja belum menjadi kepastian," katanya.

Itu pula sebabnya, akan sangat wajar apabila dalam konteks perang terbuka i akan muncul berbagai upaya mendelegitimasi pihak lain. Misalnya, pernyataan Fauzi Bowo soal pilih kandidat yang paham Jakarta, tentu harus dibaca sebagai 'attacking' seorang incumbent atas kandidat dua partai politik besar lainnya yakni Jokowi (PDIP) dan Alex Noerdin (Golkar).

"Dia (Foke) mencoba membangun asumsi 'outsider' bagi mereka yang berasal dari luar Jakarta dan nyalon di Jakarta, dan fakta politiknya merekalah rival terberat karena seperti Jokowi itu kan memiliki elektabilitas tinggi serta rekam jejak birokrat sukses," paparnya.

Hal senada juga dikemukakan Peneliti Indo Barometer, M Qodari. Banyaknya kandidat Cagub DKI Jakarta menjadi tantangan tersendiri bagi masing-masing kandidat. Sebab pertarungan Pilgub dipastikan akan sengit dan diprediksi dua putaran.

"Dugaan saya putaran kedua, pertama karena calonnya banyak yang kedua calon-calon ini kelas berat semua, mereka akan saling makan suara," ujar Qodari di Jakarta, Sabtu (24/3/2012).

Qodari mengatakan, dugaan dua putaran ini dimungkinkan karena pemenang nanti harus memperoleh suara minimal 50+1 persen untuk seluruh wilayah Jakarta. Persyaratan ini berbeda dengan persyarakat di daerah lainnya yang hanya membutuhkan 30+1 persen untuk menang.

"Besar kemungkinan pilkada Jakarta dua putaran. Incumbent ini dalam posisi yang riskan karena lawannya banyak, dikeroyok, calon-calon ini didukung partai-partai besar, tahun lalu mereka ramai-ramai dukung SBY, sekarang mereka punya nama sendiri. Foke harus hati-hati, bukannya tidak menang," ungkapnya.

Diketahui, enam pasangan di Pilgub Jakarta adalah pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono, yang diusung Golkar, PPP dan PDS. Pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama yang diusung PDIP dan Gerindra. Pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli yang diusung Partai Demokrat, serta pasangan Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini dari PKS.

Pilgub DKI Jakarta juga akan diramaikan dengan dua pasangan calon Gubernur dari jalur independen yang akan bertarung yakni pasangan Faisal Basri dan Biem Benyamin, serta Hendardji Soepandji dan Ahmad Riza.

Jawara Jakarta Pemilik Kursi Istana

monitorindonesia.com

KONON, kesempatan semua Cagub termasuk calon independen tetap masih terbuka dalam arena Pilgub tahun ini. Berdasarkan hasil survei terakhir, belum ada pun bakal calon pun yang mengantongi separuh dari angka elektabilitas balon Gubernur dari masyarakat.

Pengamat politik Yunarto Wijaya percaya, calon incumbent belum pasti merupakan bakal calon yang terkuat dalam Pilgub DKI tahun ini. Hasil survei yang ada menurutnya, menunjukkan angka elektabilitas tertinggi balon Gubernur hanya mencapai 30 hingga 36 persen. "Sedangkan angka resmi atau angka terkuat itu lima puluh persen plus satu," ujarnya.

Karenanya, Yunarto menilai Foke tak mudah memenangi Pilgub Jakarta. “Menurut saya sesat kalau ada mengatakan Foke pasti menang,” katanya.

Meski beberapa survei menunjukkan Foke meraih suara teratas, menurut dia, hanya berkisar 30 persen saja. Padahal untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta minimal 50 persen plus satu suara. “Artinya itu, Foke tidak akan bisa memenangi dalam sekali putaran,” katanya.

Selain itu, survei juga menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Foke di bawah 50 persen. Angka tersebut, menujukkan posisinya sebagai incumbent belum aman. “Untuk calon ‘incumbent’ yang aman berdasarkan survei kepuasan kinerja tersebut harusnya di atas 60 persen,” katanya.

Apalagi, sampai saat ini, banyak kegagalan-kegagalan Foke mengelola Jakarta belum dielaborasi para penantang Foke, seperti kemacetan dan banjir. “Kalau ada kontestan yang mampu menerjemahkan dengan baik kegagalan Foke tersebut, menjadi isu yang lebih besar, dan menjadikannya program yang realistis dan jelas, saya menyakini Foke tidak mungkin menang,” tukas Yunarto.

Yunarto menambahkan, banyak masyarakat Jakarta yang saat ini menolak Foke namun diam. “Masyarakat yang diam ini banyak jumlahnya, dan tidak semuanya diam nanti saat pilkada,” papar dia mengingatkan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, berpendapat, Pilgub Jakarta merupakan pemanasan untuk pertarungan di Pilpres 2014. Kata Syahganda, yang berperang dalam pemilihan tahun ini adalah para petinggi partai politik.

"Yang jelas ini adalah pertarungan untuk 2014. Karena, yang main itu level elitnya sudah turun gila-gilaan, baik SBY, Hatta, Ical, dan Megawati. Di sini mereka dibuat sebagai ajang latihannya," katanya.

Syahganda juga melirik hal tersebut dari kombinasi orang-orang yang diturunkan menuju kursi nomor satu di Jakarta. Semisal Hidayat Nur Wahid yang sebetulnya dipersiapkan untuk Pemilu 2014.

"Dengan melakukan kombinasi seperti Ical mengkombinasikan PPP yang berlandaskan Islam dengan PDS yang berlandaskan Kristen kan ini menarik sebetulnya. Termasuk bagaimana Hatta yang memiliki kepentingan Capres 2014 lalu menempel ke PKS dengan menaruh Didik J Rachbini yang berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid," demikian Syahganda.

Janji Cagub Jangan Wangi Di Depan Jorok di Belakang

St. Levi Press, Jakarta

"Wangi di Depan JOROK di BELAKANG ". Slogan Jakarta bebas banjir dan bebas macet diinsyalir fokus utama isu yang akan digulirkan Cagub/Cawagub peserta Pilkada DKI Jakarta 2012  dalam mendulang suara dalam pesta demokrasi 11 juli mendatang. Seperti umumnya aroma Janji gampang terucap dan harapan kosong  mudah diumbar, inilah ciri calon pemimpin berkampanye di negeri ini, alhasil setelah terpilih dengan mudah lupakan janji kampanye kepada pemilihnya. Politisi  kita selalu rendah tanggung jawab dan toleransi terhadap sesama. Dugaannya seperti kebiasaan masa lalu masyarakat kita yang buang hajat di kebun atau di pinggir kali yang tidak perlu menuntut tanggung jawab membersihkannya, biarkan saja alam yang menghanyutkan."Kesadaran tak perlu bertanggung jawab selepas buang hajat terbawa hingga sekarang". Konon begitulah gambaran umum janji kampanye pada umumnya pada setiap kesempatan yang melibatkan rakyat banyak.
illustrasi

Masa kampanye bukanlah masa untuk buang hajat, hajat terlepas enggan pula  untuk membersihkan toiletnya. Segera setelah menjabat enggan pula melaksanakan janji kampanyenya tinggalkan hajat lalu menghilang. Dilema Penduduk Jakarta yang paling disoroti adalah banjir dan kemacetan, problem ini bukan bisa diselesaikan dalam hitungan bulan, berjanjilah dengan perhitungan matang agar jangan seperti kebiasaan  plung...plung...selamat tinggal.

Terhitung dari 24 Juni-7 Juli 2012: masa kampanye para calon gubernur DKI dan wakil gubernur DKI  menyampaikan misi dan visi serta programnya memimpin Jakarta dalam lima tahun ke depan.Semoga enam pasangan merupakan pengguna toliet yang sehat dan beradab.


klaus pardosi
stlevi@yahoo.com




24 Maret 2012

Inilah Wajah Peserta Pilkada DKI 2012

St. Levi Press, Jakarta

Tak kenal maka Tak sayang, demikian pepatah kuno Melayu. Dengung pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta akan digelar 11Juli 2012 mendatang yang diikuti enam pasangan berbeda dengan pilkada sebelumnnya dua pasangan saja. Mengenal wajah calon gubernur dan wakilnya itu penting serta mencermati latar belakang dan kepiawaian memimpinnya serta program kerja calon bersangkutan dalam lima tahun ke depan.

Berikut Pilhannya


Alex-Nono

Alex Noerdin dan Nono Sampono, dicalonkan oleh koalisi Partai Golkar, PPP dan Partai Damai Sejahtera (PDS) versi DPP PDS pimpinan Deny Tewu

Adjie-Reza Kejar Target Dukungan Pilkada 2012


Pembagian Minyak Goreng di Cikini
 St. Levi Press, Jakarta

Guna memenuhi persyaratan mengikuti proses Pemilihan Kepala Daerah (Pillkada) DKI Jakarta periode 2012-2017 pasangan independen Hendardji Soepandji-Reza masih harus berjuang keras mendapatkan dukungan tambahan sebesar 14.839 sehingga dukungan minimal dapat terpenuhi. Dukungan tambahan itu harus diserahkan ke KPU DKI dari tanggal 24 Maret hingga 9 April 2012. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi oleh KPU DKI pada 24-27 April.

 Dalam memenuhi persyaratan itu maka kubu Adjie-Reza melakukan tukar guling fotokopi dengan minyak goreng terhadap warga Cikini, Pegangsaan Cikini.  Membawa satu lembar  fotokopi KTP dan mengisi formulir dukungan terhadap pasangan Adjie-Reza warga Cikini tumpah ruah mengantri pembagian minyak goreng ukuran 1 kg sabtu,24/03), tim sukses membagikan
ransum gratis dengan menyertakan lembaran brosur visi dan misi pasangan independen adik mantan Jaksa Agung RI, Hendarman Soepandji itu.



klaus pardosi
stlevi@yahoo.com





Pengikut