trigonews.com St.Levi - Politik, Ekonomi, Hiburan & Berita Terbaru
Tampilkan postingan dengan label final sepakbola seagames xxvi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label final sepakbola seagames xxvi. Tampilkan semua postingan

22 November 2011

Suporter Tewas Ada Di Rscm

Mobil ambulans yang membawa janazah 2 suporter yang tewas di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, tiba di RSCM. Seorang jenazah diketahui bernama Reno alias Alfin. Sedangkan seorang lainnya belum teridentifikasi.

Pantauan detikcom di kamar jenazah RSCM, Jakarta, jenazah yang belum teridentifikasi memiliki tinggi badan 170 cm. Dia mengenakan kaos Timnas merah dan celana panjang.

Pria yang kira-kira berusia 17 tahun itu berkulit sawo matang dan berambut cepak. Dia bertelanjang kaki, kemungkinan alas kakinya hilang saat berdesak-desakan dengan suporter lainnya. Tidak terlihat ada tas yang dibawanya.

Jenazah tanpa identitas itu berperawakan kurus, terlihat lebam di sekitar mata kirinya. Sisa tanah menempel di wajah, badan dan kakinya.

Sedangkan jenazah yang lain atas nama Reno, merupakan warga Cililitan Besar RT 5 RW 2. Dia adalah drummer tidak tetap band DOT. Kerabat Reno yang pergi ke GBK bersama Reno malam ini masih berada di kamar jenazah RSCM.

"Kami datang berempat. Kami sudah pegang tiket dan mencoba masuk. Tapi yang nggak punya tiket dorong-dorong mau masuk, terus pintu jebol. Kami sempat terinjak-injak selama 30 menit," tutur sepupu Reno, Helmi.

Sedangkan kerabat Reno lainnya, Tian (21), mengalami luka di bagian pinggul dan kaki. Tian kini mendapat perawatan di RSCM setelah sebelumnya mendapat perawatan tim medis GBK.

klaus pardosi/detik

Buruknya Pengamanan Laga Final SepakBola Sea Games

Jakartal, St.Levi Press

Laga final sepak bola Sea Games Indonesia-Malaysia menuai korban jiwa dan korban luka serius dan ringan lantaran kurang memadainya sistem pengamanan dan keselamatan dan fasilitas stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

Laporan St.Levi Press dari Senayan, menyebutkan bahwa sistem pengedalian massa dan distribusi massa kedalam gedung stadion melalui Pintu VIII dan  Pintu III nyaris tak terkendali dan semrawut, Pihak keamanan seolah tak berdaya menghalau kerumunan massa yang semakin berigas yang memaksa masuk sehingga terjadi penumpukan massa pada mulut pintu, disinilah supoter Garuda Muda sebanyak 2 orang tewas secara mengenaskan terinjak injak selama 2jam. Pihak keamanan tidak sepadan dengan jumlah suporter yang membanjiri Senayan, padahal ini seharusnya sudah diantisapasi Polda Metro Jaya agar tidak menjadikan malam final sepakbola itu menjadi tragedi kemanusiaan, 2 orang tewas dalam perebutan masuk kedalam stadion kedua suporter berkaos timnas itu tidak sempat ditolong para medis.

Para suporter yang tidak memiliki tiket seharusnya dijaring pihak keamanan sebelum memasuki Area Stadion Gelora Bung Karno agar konsentrasi massa mudah diatasi dan dikendalikan secara seksama, "Kami sudah memiliki tiket namun suporter yang tidak memiliki tiket memaksa masuk dengan menjebol dingding, saya pun milih mundur Anto suporter dari kenari Jakarta pusat.

klaus pardosi

20 November 2011

Final Sepakbola Disiapkan 6 Anjing Pelacak

st.levi press, Jakarta
Pertandingan final sepak bola SEA Games XXVI/2011 yang mempertemukan Indonesia dan Malaysia pada Senin (21/11/2011) nanti diprediksi akan kembali dipadati pendukung setia kedua tim. Untuk mengantisipasi gangguang keamanan yang terjadi, kepolisian menyiapkan enam anjing pelacak.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, Minggu (20/11/2011).
"Pemeriksaan barang bawaan penonton nanti akan menggunakan enam anjing untuk mengetatkan barang-barang yang masuk ke stadion supaya tidak mengganggu pertandingan," ujarnya.
Dikatakan Agung, kepolisian juga mengerahkan 2.873 personel. Jumlah itu berasal dari Markas Besar Polri, Brigade Mobil Mabes Polri, Polda Metro jaya, Brigade Mobil Polda Metro Jaya, Direktorat Lalu Lintas, dan Direktorat Sabhara.
Pengamanan pertandingan didukung pula 500 anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang disebar di sekitar Istora Senayan.
"Selain menjaga jalannya pertandingan, kami juga memantau kemungkinan adanya calo atau copet," tutur Agung.
Selain itu, pemisahan pendukung antartim juga akan dilakukan. Hal ini mengantisipasi bentrokan yang mungkin terjadi setelah pertandingan.
"Diperkirakan ada 100 pendukung Malaysia yang hadir. Kami tempatkan khusus di samping tribun VIP dan ada pengamanan di situ," kata Agung.
Agung menuturkan, tidak hanya keamanan di dalam stadion yang menjadi perhatian polisi, tetapi juga keamanan dan kenyamanan penonton di luar stadion. Pihaknya akan bertindak tegas terhadap calo, penjual tiket palsu, ataupun copet yang berkeliaran di sekitar stadion.
Pada pertandingan semifinal antara Indonesia melawan Vietnam, Sabtu (19/11/2011) malam, sebanyak 34 calo, penjual tiket palsu, dan copet diamankan. Mereka diperiksa di Polsek Metro Tanah Abang.

sumber: kompas.com

Pengikut