trigonews.com St.Levi - Politik, Ekonomi, Hiburan & Berita Terbaru
Tampilkan postingan dengan label dunia bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia bayi. Tampilkan semua postingan

13 November 2011

6 Anggapan Keliru Soal IMD

Kesadaran akan pentingnya pemberian ASI secara eksklusif perlu terus ditanamkan pada setiap perempuan dan calon ibu. Tetapi sayangnya, masih ada saja anggapan keliru di masyarakat terkait pemberian ASI.

Padahal, pemberian ASI ekslusif akan memberikan keuntungan ganda baik bagi anda maupun bayi. Agar tidak ada lagi mitos keliru, berikut ini adalah beberapa hal-hal keliru yang dapat memicu kegagalan ASI. Mitos dan info keliru ini perlu diluruskan agar setiap bayi mendapatkan haknya meminum ASI dari ibunya :

1. Tanpa ASI anak tetap sehat

Jika dilihat dari luar memang tampak sehat. Tetapi tahukah Anda, bahwa bayi yang tidak mendapat ASI sebenarnya lebih rentan terpapar penyakit dan alergi seperti ekzema (radang kulit), rinitis alergik dan asma. Beberapa penelitian menunjukkan bayi yang tidak diberikan ASI lebih berisiko untuk mendapat diabetes dan obesitas dikemudian hari.

2. Payudara kecil berarti ASI sedikit

Ukuran payudara ditentukan oleh jaringan lemak, yang tidak terkait dengan produksi susu. Produksi susu tergantung pada ukuran kelenjar mamari di dalam payudara.

3. ASI bikin payudara kendur

Pemberian ASI tidak menyebabkan payudara menjadi kendur. Kendurnya payudara lebih disebabkan karena faktor usia dan gravitasi. Bahkan, pemberian ASI dapat membantu Anda mempercepat proses pelangsingan dengan membakar lemak yang tersimpan saat hamil. ASI eksklusif juga merangsang pengeluaran hormon yang membantu kontraksi dan mengembalikan rahim pada ukuran yang semula.

4. Memberi ASI menyakitkan

Sebenarnya tidak. Meskipun ada sejumlah ibu yang mungkin rasa sedikit bengkak pada tahap awal, tetapi kondisi ini tidak akan terus berlanjut. Jika Anda masih merasa sakit, ini mungkin disebabkan mulut bayi tidak menghisap puting dan areola dengan benar. Belajarlah untuk membantu bayi menyusu dengan cara yang benar.

5. ASI menyusahkan

Memberikan ASI sebenarnya memudahkan Anda. Anda tidak perlu membawa peralatan, tidak perlu khawatir tentang pasokan susu, penyimpanan dan penyediaan susu. Keuntungan lainnya, pemberian ASI bisa dilakukan setiap saat, di manapun dan tidak perlu biaya.

6. Sibuk bekerja

Pemberian ASI meskipun hanya beberapa minggu atau bulan, akan memberi manfaat kepada bayi. Pekerjaan bukanlah alasan bagi Anda untuk berhenti memberikan ASI. Minta bantuan kepada pembantu di rumah untuk memberikan ASI yang sudah terlebih dahulu diperah. Segera simpan ASI di lemari es agar tetap aman diminum bayi.

sumber : kompas
klaus pardosi

28 Agustus 2011

Tips Memotong Kuku Bayi

A. Sebelum MENGGUNTING KUKU

1. Siapkan Perlengkapan

Pilih gunting kuku khusus bayi. Umumnya gunting ini melengkung di bagian ujung agar lebih aman. Namun, bukan berarti gunting kuku khusus bayi tak berisiko sama sekali, lo. Bagaimanapun, risiko kulit jari bayi terluka tetap ada. Jadi, tak ada salahnya kita juga menyiapkan obat antiseptik, sedikit air bersih, dan cotton buds. Pastikan gunting kuku bersih saat digunakan.

2. Pilih Waktu Yang Tepat

Seusai mandi adalah waktu tepat menggunting kuku, karena kuku dalam keadaan lunak. Lakukan secara hati-hati karena bayi banyak bergerak. Untuk mengatasinya, beberapa orangtua menyiasatinya dengan menggunting kuku saat bayi tidur. Saat tidur, kondisi tangan bayi umumnya terbuka, sehingga kuku pun bisa lebih mudah digunting.

3. Jangan Takut

Buang jauh-jauh rasa takut atau khawatir. Selama kita hati-hati dan menggunakan perlengkapan yang tepat, acara menggunting kuku sangatlah aman. Kalaupun terjadi luka, umumnya hanya luka kecil yang bisa diobati dengan obat antiseptik.

B. SAAT MENGGUNTING KUKU

4. Buka Kepalan Tangan Si Kecil

Mulailah dengan melihat kondisi tangan si kecil. Jika terlihat masih mengepal, cobalah buka sedikit demi sedikit. Lakukan gerakan "mengupas" hingga kepalan tangan anak terbuka.

5. Bersihkan Jari dan Kuku

Lakukan ritual pembersihan jari dan kuku satu per satu. Ambil cotton buds lalu celupkan ke air bersih. Bersihkan kotoran di sela-sela jari, tangan, hingga kuku. Lakukan secara perlahan dan hati-hati.

6. Gunting Satu Per Satu

Selanjutnya peganglah tangan bayi dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan memegang gunting. Buatlah posisi senyaman mungkin, baik buat Anda maupun si kecil. Mulailah menggunting jari bayi satu per satu. Peganglah jari satu per satu. Sangat baik jika ayah turut membantu memegangi tangan si kecil. Dengan demikian, proses pengguntingan bisa lebih mudah dilakukan.

Hindari memotong kuku terlalu dalam. Caranya dengan memerhatikan struktur kuku. Bedakan warna kuku yang timbul dan kuku yang menempel di kulit. Warna kuku yang timbul umumnya putih susu sedangkan kuku yang menempel putih bening.

7. Sisakan Sedikit

Sisakanlah sedikit kuku. Jika terlalu dalam, jarinya bisa terluka. Jika ini terjadi, infeksi kuman pun mengancam, atau istilah populernya cantengan. Infeksi ini bisa menimbulkan bengkak, bernanah, dan rasa sakit. Jadi, sisakan kuku luarnya sedikit, ya.

8. Lakukan Secara Menyenangkan

Lakukan interaksi dan komunikasi saat menggunting. Jangan terlalu terburu-buru. Intinya, aktivitas itu harus dibuat menyenangkan. Entah mengajaknya berbicara atau bernyanyi. Dengan demikian, si kecil menganggap aktivitas menggunting kuku bukan sebagai kegiatan menakutkan.

C. Setelah MENGGUNTING KUKU

9. Perhalus

Selanjutnya, jangan lupa kuku bayi dikikir agar halus. Ingat, meski kukunya pendek, risiko tercakar tetap ada jika kukunya tajam. Lakukan secara hati-hati dan perlahan, karena kuku bayi masih tipis. Gunakan juga manicure khusus yang diperuntukkan buat bayi. Nah, kini kuku-kuku si kecil sudah bersih dan cantik!

10. Bersihkan Kembali

Setelah kuku si kecil dipotong, lanjutkan dengan membersihkan kembali jari-jemarinya. Dengan begitu, hasil pengguntingan tidak hanya rapi tapi juga bersih.

Yang HARUS DIPERHATIKAN

* Potong Jika Terlihat Panjang

Kuku bayi umumnya cepat memanjang. Itulah mengapa, seusai mandi orangtua harus rajin mengecek kondisi kukunya setiap hari. Jika dilihat terlalu panjang, potonglah segera. Ini karena kondisi kuku setiap bayi berbeda. Ada yang cepat panjang, ada pula yang tidak. Ini sangat dipengaruhi faktor bawaan. Ada yang baru tiga hari sudah panjang, tapi ada pula yang setelah dua minggu baru memanjang.

* Abaikan Mitos

Orangtua dulu bilang, kuku bayi tak boleh dipotong sebelum 40 hari. Akibatnya, tangan bayi setiap hari dibungkus sarung. Ini jelas keliru. Sebab, selain harus dipotong, tangan dan jari bayi harus dibersihkan.

* Pakai Sarung Tangan Hanya Bila Perlu

Penggunaan sarung tangan bukan berarti tak diperbolehkan. Dalam kondisi tertentu, seperti saat udara dingin atau bepergian, penggunaan sarung tangan justru dianjurkan. Belilah sarung tangan yang aman. Bahannya hypoalergenic sehingga tak menimbulkan alergi, selain juga lembut dan tidak memiliki jahitan lepas di dalamnya. Jahitan lepas bisa melilit jari mungil si kecil dan menyebabkannya terluka.
sumber : http://marchilla.multiply.com/reviews/item/2

17 Agustus 2011

Janji SBY Turunkan AKI

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan bahwa pidato Kepala Negara di depan Sidang Rapat Paripurna DPR RI mencerminkan komitmen kuat dalam menurunkan angka kematian ibu atau AKI dan bayi.

Linda di Jakarta, Selasa, menjelaskan, Presiden dalam pidato penyampaian RUU RAPBN 2012 beserta nota keuangannya di depan rapat paripurna DPR RI menyebutkan bahwa di bidang kesehatan akan dioptimalkan program peningkatan kesehatan ibu dan reproduksi.

"Dengan demikian artinya ada satu langkah baru yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan ibu yang pada akhirnya mengarah pada penurunan kematian ibu dan bayi," katanya.

Tentu saja hal itu menurut Linda merupakan hal yang sangat mengembirakan terkait masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

"Kedepannya pemerintah berharap angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan," katanya.

Dengan demikian, lanjut Linda maka target tujuan pembangunan milenium atau MDG`s tahun 2015 dapat tercapai.

"Pada saat ini pengentasan kematian ibu dan bayi masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam upaya mencapai sasaran target MDG`s," katanya.

Karena itu, menurutnya sangatlah tepat langkah untuk mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan reproduksi.

Linda juga menambahkan bahwa Presiden menyebutkan mengenai peningkatan pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan.

"Tentunya ini langkah yang sangat positif mengingat masih banyak masyarakat di daerah tertinggal, terpncil atau perbatasan khususnya perempuan dan anak yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal," katanya.
sumber: antaranewa

14 Agustus 2011

Bayi 2 Bulan Rewel Dan Suka Begadang

Bayi Bulan ke 2

Inilah masa yang datar, waktu keluarga mulai menyesuaikan kehidupan dengan seorang
bayi yang baru.
Orang tua mulai tertata hidupnya dan bayi mulai masuk dalam pola perilaku yang dapat
dikenali.
"Saat-saat tenang" seorang bayi bisa berubah-ubah dengan masa-masa rewel selama waktu
ini, dan
bayi mungkin bisa menemukan cara untuk menenangkan diri dan tidak menangis terus:
mengisap jari,
bolak-balik, atau mencari dan menemukan mainan gantung di atas tempat tidur bayi.

Nafas Tersumbat. Bayi yang normal pada usia ini tidak akan bernafas melalui mulut
kecuali bila
ia kekurangan udara. Akan tetapi, bayi mungkin akan mengalami hidung sesak sama
seperti orang
lain juga, karena udara kering, debu, atau bulu halus dari selimut. Alat pelembab di
kamar bayi
mungkin dapat membantu. Juga dapat membantu kalau tempat tidur bayi di bagian kepala
dinaikkan
beberapa inci sehingga bayinya dapat menelan udara yang keluar dari hidung. Kalau
banyak lendir
mengumpul di hidung, beberapa dokter anak akan menganjurkan agar beberapa tetes
larutan garam
(1/4 sendok teh garam dalam 240 cc air disterilisasi dengan mendidihkannya selama 3
menit)
digunakan untuk membersihkan hidung tersebut. Namun, penanganan seperti ini umumnya
belum
diterima secara menyeluruh. Beberapa praktisi percaya tindakan ini hanya akan menambah
iritasi
hidung, dan menyebabkan produksi lendir lebih banyak lagi.

Menangis dan kolik. Pada bulan-bulan pertama, menangis sebenarnya hanya merupakan cara
seorang
bayi untuk berkomunikasi. Menangis sering menandakan rasa lapar, tetapi tidak selalu.
Bayi mungkin merasa terlalu panas atau terlalu dingin, basah, takut, atau hanya merasa
tidak enak badan. Bayi mungkin sering menangis khususnya selama beberapa hari setelah
tiba di
rumah dari rumah sakit, karena ia harus menyesuaikan diri dengan rutinitas baru. Bayi
yang masih
muda sering menangis lama meskipun tidak ada apapun yang terjadi. Beberapa dokter
mengatakan
bahwa seorang bayi tidak mempunyai cara lain untuk menenangkan diri atau keluar dari
proses yang
membuatnya lemah karena belajar tentang dunia ini. Bayangkan seperti apa ini, dengan
tidak
mengerti apapun yang dilihat atau didengar seseorang, tergantung pada orang lain untuk
memperoleh
setiap rasa nyaman dalam hidupnya. Tentu saja hidup ini melelahkan, dan menangis
merupakan cerminan
dari kelelahan tersebut. Bayi yang tidak rewel tidak tampak tidur seperti yang
lainnya. Di Amerika
Serikat, masalah nutrisi serius jarang merupakan alasan mengapa seorang bayi menangis,
dan anak
yang benar-benar kekurangan gizi akan terlihat lesu dan bodoh. Penyebab bayi menangis
yang paling
serius ialah infeksi telinga, gangguan pada perut yang mendadak akibat pencernaan yang
tidak normal,
atau infeksi (khususnya kalau disertai oleh demam). Akan tetapi dalam banyak kasus,
ada tanda-tanda
lain dari penyakitnya. Bayi tampak sakit dan sering memperlihatkan rasa tidak tertarik
tiba-tiba
akan makanan. Dalam situasi seperti itu, bayi sering tiba-tiba menangis.

Beberapa bayi di bawah usia 4 bulan menangis selama 12 hingga 14 jam per hari. Masalah
yang
mengganggu ini dikenal sebagai kolik, dan inilah suatu kondisi yang penyebabnya belum
diketahui.
Umumnya, kolik mulai pada usia 2 hingga 3 minggu dan menghilang antara bulan ketiga
dan keempat.
Beberapa bayi yang mempunyai kolik tiba-tiba menjerit; yang lain hanya menangis
normal, tetapi
selama berjam-jam baru diam. Bayi ini mungkin tampaknya sangat kesakitan, menarik
kakinya dan
mengeluarkan udara dari perutnya. Dokter anak bahkan tidak setuju tentang apakah kolik
ini suatu
penyakit atau tidak. Beberapa berpendapat hal ini terjadi karena sistem pencernaan
yang belum
matang atau gas dalam perut yang kronis; yang lain berpendapat hal ini merupakan
kepekaan yang
terlalu tinggi terhadap lingkungan yang berisik dan hiruk-pikuk. Memang kolik lebih
umum ditemukan
pada bayi yang aktif dan peka, dan dapat makin parah akibat ketegangan yang
diakibatkannya dalam
diri orang tuanya.

Kolik jenis ini tidak berbahaya kecuali disebabkan oleh suatu kondisi yang serius. Ini
dapat
dipastikan dengan melalukan pemeriksaan terhadap bayi, pengukuran suhu badan,
kadang-kadang
pemeriksaan feses (kotoran) untuk memastikan apakah ada darah, atau pemeriksaan
radiologis perut.
Salah satu penyebab serius kolik ialah intususepsi, yaitu terselipnya sebagian usus di
atas
yang lain. Hal ini menyebabkan pembuluh darah yang menyuplai darah ke usus menjadi
kaku dan
tersumbat dan, kalau tidak dibetulkan, akhirnya mengakibatkan kerusakan jaringan,
penyumbatan
usus, dan terdapat darah dalam feses.

Riset baru-baru ini di Swedia, yang mempelajari kolik pada bayi yang masih menyusui
melaporkan
bahwa kalau ibu tidak lagi meminum produk susu, kolik bayinya akan hilang, dalam
sebagian besar
kasus, hilang dalam delapan hari saja. Satu-satunya cara lain untuk menangani sebagian
besar
kolik ialah tindakan menenangkannya, seperti:

Meletakkan bayi tidur di atas perut ibunya
Membungkus bayi dengan erat dalam selimut
Menggendong bayi tegak atau dekat dengan dada dalam gendongan bayi
Membawa bayi naik mobil atau meletakkannya di atas mesin cuci yang sedang dihidupkan
agar
ia merasakan getarannya.

Kadang-kadang, obat diberikan untuk mencegah spasme (kekakuan) pencernaan, tetapi ini
tidak
selalu berfungsi dan tidak dianjurkan memberi bayi obat karena sebab yang belum jelas.

Beberapa dokter secara bercanda merujuk kolik sebagai suatu keadaan yang disebabkan
oleh
bayi dan yang akan mempengaruhi orang tuanya. Barangkali, salah satu masalah yang
serius
dengan kolik ialah bahwa keadaan ini mengganggu terbentuknya hubungan yang baik antara
orang tua dan bayinya. Penting untuk dapat beristirahat dari stres yang disebabkan oleh
bayi yang terus-menerus menangis. Caranya dengan kedua orang tuanya secara bergantian
mengasuhnya atau dengan melibatkan pengasuh yang dapat dipercaya selama beberapa jam
untuk beberapa kali dalam seminggu. Juga, cukup membesarkan hati bila kita tahu bahwa
masalah ini selalu hilang sendiri hanya dalam beberapa bulan. Bagi orang tua, kunci
utama dengan masalah kolik ialah bertahan sampai bayinya mencapai usia empat bulan,
dan di sini kepastian dan nasihat dari dokter anak dapat membantu.

Photo's Klaus H Pardosi

Disintegrasi ego. Banyak bayi rewel setiap hari pada sore hari menjelang malam atau
pada awal-awal malam hari. Ahli psikologi anak Anna Freud merujuk masa ini sebagai
"disintegrasi ego", yaitu suatu masa waktu bayi letih karena sepanjang hari mencoba
menyesuaikan diri dengan lingkungan dan dirinya sendiri, dan kehilangan kontrol atas
keseimbangan emosional. Seorang bayi pada usia ini tidak tahu bagaimana harus rileks,
dan dengan demikian akhirnya ia menjadi rewel. Sayangnya, masa-masa keras kepala ini
sering terkait dengan masa dimana ibunya dan/atau ayahnya tiba di rumah dari tempat
kerja, barangkali mengalami suatu disintegrasi ego mereka sendiri. Orang tua sebaiknya
memahami bahwa kerewelan ini tidak ada kaitannya dengan penolakan bayi terhadap mereka;
sebaliknya, ini merupakan bagian dari siklus normal dalam 24 jam. Orang tua sebaiknya
didorong untuk bermain-main dengan bayinya walaupun mereka rewel. Ini dapat berubah
menjadi suatu pertemuan yang menyenangkan, karena masa yang tidak biasa ini sering
berubah tiba-tiba menjadi masa yang membahagiakan.

Jatuh. Orang tua sebaiknya membiasakan diri untuk tetap memberikan satu tangan pada
bayi setiap kali bayi ini berada di meja ganti atau di tempat lain yang memungkinkan
bayi ini terjatuh. Sulit mengetahui kapan seorang anak akan belajar membalikkan
tubuhnya.
Sayangnya, karena tengkorak bayi masih cukup lunak dan sanggup menyerap hantaman karena
jatuh, bayi umumnya sanggup menahannya dan tidak terluka meskipun ia jatuh dan sangat
menakutkan di mata kita semua. Akan tetapi, kalau seorang bayi tidak memberi tanggapan
setelah jatuh atau muntah, atau kalau pupil matanya tidak memberi tanggapan pada sinar
langsung yang diarahkan, ia mungkin mengalami gegar otak atau suatu luka lain dalam
otak,
dan sebaiknya langsung diperiksa oleh dokter.

Minum susu. Orang tua mungkin sangat tergoda untuk memberi makanan formula kepada bayi
dan memasukkan botol ke mulut bayi dan kemudian meninggalkannya sendirian. Akan tetapi,
tindakan ini sebaiknya dihindarkan. Bayi dapat saja tersedak waktu orang tuanya tidak
melihatnya dan tidak mendengarnya. Selain itu, hal ini dapat sangat mengganggu peluang
anak mengalami perkembangan normal. Minum susu merupakan masa-masa penting untuk
melakukan komunikasi yang penuh kasih sayang bagi bayi dengan minum dari botol maupun
dengan menyusu, dan kontak mata juga merupakan hal penting. Kalau dibiarkan sendirian
bersama botolnya, ini merupakan tindakan dingin dan tidak menggairahkan untuk
mendapatkan
makanan, dan mungkin akan menyebabkan masalah perilaku di kemudian hari kalau
makanannya
menjadi satu-satunya sumber kegembiraan seorang bayi.

Ruam kulit. Kadang-kadang pada usia antara minggu keempat dan kesepuluh, banyak bayi
mengalami ruam seperti jerawat di muka maupun leher, yang terdiri dari benjolan kecil
dengan ujung tengah berwarna putih. Ruam datang dan pergi, kadang-kadang makin buruk
kalau bayinya panas atau menangis. Menurut pendapat orang, ruam ada hubungannya dengan
perubahan hormon waktu hormon ibu hilang dari sistem tubuh bayi. Orang tua tidak perlu
melakukan apapun tentang ruam ini, yang akan menghilang dengan sendirinya dalam
beberapa minggu.

Garukan. Beberapa bayi mungkin menggaruk wajahnya, tetapi garukan ini akan cepat sembuh
dengan atau tanpa pengobatan.

Penglihatan. Para ahli berbeda pendapat tentang apa tepatnya yang dapat dilihat seorang
bayi pada usia ini. Beberapa studi mengatakan bahwa bayi pada usia bulan kedua tidak
dapat melihat benda sejauh 2 atau 2,5 m, tetapi banyak dokter anak dan orang tua
beranggapan bahwa bayi ini sudah sanggup melihatnya, kalau mereka tertarik.

Senyum. Pada akhir bulan kedua, sebagian besar bayi senyum pada
sesuatu yang menyenangkannya dan mengeluarkan suara karenanya, bukan menangis.

Mengisap jari. Bukan hal yang asing dan sangat umum terjadi kalau bayi pada usia ini
mulai mengisap jarinya. Jenis perilaku ini merupakan tanda awal dan penting dalam hal
kepuasan diri. Isapan jari bukan tanda kurangnya susu atau kurangnya makanan.
Hampir setiap bayi perlu bahan isapan tambahan, dan jempol dan jari lainnya merupakan
sumber alaminya. Dot merupakan pengganti yang tepat dan, beberapa dokter gigi percaya,
lebih baik untuk perkembangan gigi untuk masa depan (tetapi hal ini masih mengundang
kontroversi).

Vaksinasi. Kunjungan kedua bayi ke dokter sebaiknya terjadi pada bulan kedua.
Selain untuk meneruskan pengukuran pertumbuhan bayi, dokter akan memberikan vaksinasi
pertama anak pada anak. (Vaksinasi hepatitis B mungkin telah dilakukan di rumah sakit
tak lama setelah bayi lahir.)

(sumber : satumed.com)

9 Agustus 2011

Mengenali Penyebab Bayi Rewel

Penyebab Bayi Menangis & Cara Mengatasinya.Untuk mengetahui penyebab bayi menangis, terutama di awal kelahirannya dan Anda adalah seorang ibu baru.. Dari tangisannya itu, mereka mencoba memberitahu Anda apa yang diinginkannya.

Namun terkadang, pada beberapa orangtua tangisan bayi tersebut malah membuat panik. Apalagi jika tangisan bayi tak kunjung berhenti.Bayi berkomunikasi dengan Anda dengan menangis. Untuk

membantu Anda, berikut ini 10 penyebab bayi menangis dan bagaimana cara mengatasinya :

1. Lapar
Cobalah untuk mengenali tanda-tanda kapan bayi Anda lapar dan kapan Anda harus menyusuinya (jika masih berusia di bawah enam bulan) atau diberi makan (di atas enam bulan). Beberapa tanda yang diberikan bayi baru jika mereka lapar adalah, mulut dan lidah mengeluarkan gerakan menghisap, tangan bergerak ke arah mulut berulang kali, tangisan atau suaranya pelan, kepalanya secara refleks berputar saat Anda menempelkan tangan di dekat pipinya.

2. Buang Air Kecil atau Besar
Beberapa bayi akan segera memberitahu Anda saat mereka ingin popoknya diganti karena mereka buang air kecil atau besar. Sementara beberapa bayi bisa mentoleransi untuk tidak segera diganti. Masalah kedua ini tentu lebih mudah diketahui. Anda tinggal mengecek apakah memang popoknya basah atau tidak.

3. Mau Tidur
Orang dewasa kerap berpikir jadi bayi itu menyenangkan, mereka bisa langsung tidur jika mengantuk, kapanpun dan dimanapun mereka mau. Namun kenyataannya, ternyata tidak semudah itu. Bayi bisa resah dan menangis saat mengantuk, apalagi jika mereka terlalu lelah. Jika bayi menangis karena hal ini, Anda bisa menenangkan dengan menggendongnya, menyusuinya, bicara lembut dengannya atau bernyanyi.

4. Ingin Digendong atau Dipeluk
Bayi senang dipeluk atau digendong orangtuanya. Mereka suka melihat wajah orangtuanya, mendengar suaranya dan detak jantungnya atau bahkan mencium bau khas Anda. Menangis bisa jadi salah satu caranya memberitahu kalau dia ingin dipeluk atau digendong.

5. Masalah di Perut (Kolik, Terlalu Banyak Gas, dan lain-lain)
Bayi yang kolik biasanya akan menangis tidak berhenti-henti. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan bahwa bayi kemungkinan mengalami kolik, yaitu bayi berusia kurang dari lima bulan, menangis selama lebih dari 3 jam dan berturut-turut selama tiga hari atau hingga mencapai seminggu.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti kenapa bayi bisa kolik. Pengobatan untuk bayi kolik yang efektif pun belum ditemukan.

Namun bukan berarti ibu tidak bisa mengatasinya. Untuk Anda yang menyusui, usahakan menghindari produk susu olahan serta makanan yang menimbulkan gas seperti kubis.

Saat bayi kolik, usahakan terus ada di dekatnya. Gerakan dan kontak tubuh ibu dapat sedikit menenangkannya. Anda juga bisa mencoba menelungkupkan bayi melintang di pangkuan, sambil menggosok-gosok punggungnya.

6. Ingin Disendawakan
Jika bayi menangis setelah disusui, bisa jadi dia butuh disendawakan. Bayi bisa terlalu kenyang sehingga dia merasa tidak nyaman, makanya sendawa perlu dilakukannya.

Untuk menyendewakannya, Anda bisa mencoba meletakkan bayi di pundak, lalu tepuk-tepuk pelan punggungnya.

7. Kedinginan atau Kepanasan

Bayi bisa menangis karena dua hal ini, merasa kedinginan atau kepanasan. Namun bayi umumnya lebih merasa tidak nyaman jika mereka kepanasan ketimbang kedinginan. Pastikan Anda paham kapan mereka merasakan kedua hal tersebut. Misalnya jika Anda memakaikan baju yang terlalu tebal, copot baju tersebut hingga bayi merasa nyaman.

9. Tumbuh Gigi

Bayi bisa sangat rewel saat giginya mulai tumbuh, hal itu karena dia merasakan sakit pada gusinya. Kalau Anda melihat bayi menangis namun tidak juga tahu apa penyebabnya, cobalah sentuh gusinya dengan jari. Kalau ternyata ada bagian yang kasar, artinya si kecil sedang tumbuh gigi.

Rata-rata gigi bayi mulai tumbuh di usia 4-7 bulan, namun bisa juga lebih cepat. Pada beberapa bayi, proses ini bisa membuatnya demam.

Untuk merangsang pertumbuhan gigi tersebut, ibu bisa memberikan bayi teether untuk digigiti. Jika dia menangis, alihkan perhatiannya dengan banyak bermain atau menggendongnya.

10. Sakit
Kalau Anda merasa semua kebutuhan bayi sudah terpenuhi, namun dia masih menangis. Dia mungkin saja sakit. Coba cek temperatur tubuhnya untuk mengetahui apakah dia demam atau tidak.

Tangisan bayi yang menangis biasanya berbeda dengan saat mereka lapar atau sedih. Kalau Anda merasa tangisannya terdengar tidak biasa, percayalah insting Anda dan hubungi dokter.

sumber : http://beritaterkini.us/health/penyebab-bayi-menangis-cara.html

28 Juli 2011

Tip Menenangkan Bayi Rewel

Para orangtua baru biasanya dihinggapi kebingungan jika bayinya hobi menangis. Biasanya bayi menangis karena merasa sakit atau tidak nyaman dengan keadaannya, bisa karena lapar, takut, popoknya basah, atau untuk menarik perhatian ayah-ibunya.

Menenangkan bayi yang rewel terkadang bukan sesuatu yang mudah. Simak tips untuk menanganinya:

image courtesy of Klaus H Pardosi

- Popok yang basah dapat mengganggu bayi Anda. Karena itu, pastikan apakah popoknya kering atau memang perlu diganti.

- Rasa lapar bisa membuatnya menangis. Segera susui atau beri minum sebelum ia tidur agar tidurnya lebih nyenyak.

- Pastikan pakaian bayi nyaman dengan cuaca atau suhunya di ruangannya. Bila di kamar menggunakan AC, Anda bisa mengenakannya kaus kaki atau baju lengan panjang agar ia tidak kedinginan.

- Bayi akan menangis jika dia merasakan sesuatu yang asing. Misalnya ia terbangun dalam ruangan yang gelap atau banyak orang yang lalu-lalang. Untuk menenangkannya, gendong dan tepuk-tepuk punggungnya sampai ia tertidur lagi.

-Jika bayi menangis dan menarik kakinya, itu menunjukkan tanda-tanda sakit perut. Anda bisa membantu meredakan sakitnya dengan mengecek apakah ia kembung atau ada masalah lain.

- Bayi yang kelelahan biasanya lebih rewel. Dalam kasus ini, timang bayi hingga ia tertidur.

- Bayi menyukai sesuatu atau keadaan yang hangat. Menggendong bayi Anda atau memeluknya dapat memberikan rasa nyaman dan hangat sehingga ia lebih tenang.

- Bayi suka sesuatu yang lembut. Menganyunnya dengan lembut sambil bersenandung akan membantunya tidur lebih nyenyak.

- Ide lain yang bagus untuk menenangkan bayi yang rewel adalah membawanya naik mobil di sekitar rumah. Gerakan ritmis dalam mobil akan membuatnya mengantuk.

- Ciptakan ruangan tidur yang nyaman, misalnya dengan penerangan yang lembut dan kipas angin agar suasana lebih nyaman.

- Bacakan dongeng meski ia masih bayi. Intonasi suara sang ibu akan menenangkannya.

- Jangan menggunakan makanan sebagai solusi pertama saat bayi menangis, terutama ketika bayi baru mengenal makanan padat. Pada keadaan seperti itu, memberinya makan mungkin malah menambah masalah

sumber: kompas

Pengikut