trigonews.com 10/01/2012 - 11/01/2012

8 Oktober 2012

Denny Indrayana Jamin Pidato SBY Tuntaskan Konflik KPK-Polri

St. Levi Press, Jakarta,
 Presiden SBY dijadwalkan berpidato terkait polemik Polri dan KPK, Senin (8/10) malam. Sebelumnya, berbagai masukan dan usulan solusi sudah diterima Presiden.

"Insya Allah, Presiden jadi menyampaikan pidato malam ini," ujar Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, Senin (8/10) siang.

Menurut Denny, dirinya telah ditelepon Presiden terkait rencana pidato itu. Sedangkan laporan kronologis dan masukan lengkap terkait polemik Polri dan KPK, imbuh Denny, sudah dia serahkan kepada Presiden, Senin (8/10) subuh.

"Insya Allah ada jalan keluar dan solusi terbaik bagi KPK yang makin kuat dan Polri yang makin bersih," tutur dia. Pertemuan Polri dan KPK juga sudah berlangsung siang ini.

Turun tangan SBY ini memang diharapkan banyak pihak. SBY selaku kepala negara diharapkan bisa menuntaskan polemik ini. Pengusutan kasus korupsi di KPK sedikit terganggu karena penyidiknya, Kompol Novel Baswedan, dibidik Polri.

Sementara itu, langkah Presiden SBY yang akan memberikan pernyataan dirasakan sudah terlambat. Sikap apa pun yang akan diambil Istana tidak akan mempengaruhi keadaan. "Karena Istana santai-santai saja menyikapi keadaan ini, membuat masyarakat mengambil kesimpulan bahwa semua (kejadian) ini by design untuk melemahkan KPK dan mengalihkan isu korupsi besar yang melibatkan pusat kekuasaan (Istana)," kecam Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi kepada wartawan di Jakarta.

Meski begitu, Adhie berpesan kepada KPK agar jangan menyia-nyiakan dukungan masyarakat sipil yang sudah muak kepada para koruptor yang menguasai republik ini. Lanjutkan langkah pemberantasan korupsi. Jangan pedulikan segala kegaduhan ini.

"Segera masuk ke koruptor yang berlindung di Istana. Jangan salah langkah kalian toh sudah dilindungi undang-undang. Rakyat Indonesia secara fisik juga sudah membuktikan dukungannya. The show must go on. Rakyat menunggu jenderal dan menteri korup dijebloskan ke dalam bui," harap dia.

sumber natanews

Pengikut